Minggu, 18 Maret 2012

Kekerasan di Tempat Kerja

FENOMENA
Tugas 2
INDAH TRI N

13510503 / 2PA04

Kekerasan di Tempat Kerja

 
Salah satu aspek negatif dari lingkungan kerja adalah kekerasan di tempat kerja. Kekerasan di tempat kerja dapat berupa kekerasan verbal sampai perilaku mengintimidasi dan agresi fisik atau bahkan pembunuhan. Menurut Akta Kesehatan dan Keselamatan pekerjaan (occupational Safety and Health Act), perusahaan harus meyakinkan bahwa “kepegawaian setiap pekerjaannya dan tempat kerja terbebas dari bahaya yang dapat dikenali dapat menyebabkan atau mungkin menimbulkan kematian atau bahaya fisik yang serius terhadap pekerjanya” (OSHA, 2002).
Kekerasan di tempat kerja dapat terjadi antar pekerja, tetapi juga termasuk kekerasan yang dilakukan oleh pihak luar seperti konsumen, klien, atau pasien (LeBlance, Dupre, & Barling, 2006). Bayangkan bahwa seorang pegawai toko di todong oleh perampok, guru menghadapi murid SMA yang mengancam, atau perawat yang menghadapi pasien yang melakukan kekerasan kepada mereka semua berada pada posisi yang rentan untuk menjadi korban kekerasan. Perusahaan dalam hal ini diharapkan untuk mengantisipasi dan mengambil tindakan yang mencegah terjadinya korban dalam situasi ini.
Meskipun tidak ada organisasi yang dapat mengidentifikasi setiap potensi masalah , perusahaan dapat mengambil tindakan untuk mencegah kekerasan di tempat kerja. Termasuk menciptakan lingkungan yang manusiawi dan terbuka agar pekerja merasa diperlakukan dengan adil. Individu yang menganggap bahwa mereka diperlakukan tidak adil akan lebih mungkin untuk melakukan agresi secara verbal, maupun fisik terhadap penyelianya (Dupri & Barling, 2006). Organisasi juga dapat mengambil keuntungan dari pendekatan yang terbuka dalam penyelesaian konflik. Selain itu, komitmen untuk mengatasi masalah secara langsung dapat mengurangi kemungkinan situasi yang sulit sebelum menjadi kekerasan.
Bentuk kekerasan di lingkungan kerja dapat juga memiliki efek negatif bagi pekerja. Penelitian longitudinal menemukan bahwa individu yang mengalami ejekan yang merendahkan dari rekan kerja menunjukkan peningkatan masalah kesehatan psikologis (Hogh, Henriksson, & Burr, 2005). Kekerasan verbal dari pihak luar (konsumen contohnya) akan lebih mungkin terjadi pada pekerjaan dimana pekerja diharapkan untuk berinteraksi dengan khalayak secara teratur, dan pengalaman ini berasosiasi dengan keletihan emosional (Grandey, Kern & Frone, 2007). Agresi non seksual juga memiliki hubungan yang negatif dengan kepuasan kerja (Lapierre, Spector & Leck, 2005). Kekerasan di tempat kerja juga dapat di lihat sebagai bentuk ekspresi paling ekstreem dari aspek beracun dari tempat kerja.
Sumber : A. King, Laura. 2010. Psikologi Umum. Jakarta: Salemba Umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar