INDAH TRI N
Senin, 03 Februari 2014
Minggu, 05 Mei 2013
BENTUK-BENTUK UTAMA DALAM
TERAPI
Terapi Supportive : Suatu bentuk terapi alternatif yang mempunyai tujuan untuk
menolong pasien beradaptasi dengan baik terhadap suatu masalah yang dihadapi
dan untuk mendapatkan suatu kenyamanan hidup terhadap gangguan psikisnya.
Psikoterapi suportif (atau supresif atau non spesifik)Tujuan
psikoterapi jenis ini ialah:
- Menguatkan daya tahan mental yang dimilikinya
- Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri. ( Maramis, 2005)
- Meningkatkan kemampuan adaptasi lingkungan (Anonym , 2001)
- Mengevaluasi situasi kehidupan pasien saat ini, beserta kekuatan serta kelemahannya, untuk selanjutnya membantu pasien melakukan perubahan realistik apa saja yang memungkinkan untuk dapat berfungsi lebih baik (Tomb, 2004).
Cara-cara psikoterapi suportif antara lain sebagai berikut:
- Ventilasi atau kataris
· Persuasi atau bujukan
(persuasion)
- Sugesti
- Penjaminan kembali ( reassurance)
- Bimbingan dan penyuluhan
- Terapi kerja
- Hipno-terapi dan narkoterapi
- Psikoterapi kelompok
- Terapi prilaku
a) Terapi Reeducative : Untuk mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknya
lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan
diri.
b) Terapi Reconstuctive : Untuk
mencapai pengertian tentang konflik-konflik yang letaknaya dialam tak sadar,
dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur
kepribadian dan pengluasan pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi
penyesuaian diri yang baru.
Cara-cara psikoterapi rekonstruktif antara lain :
Psikoanalisa freud dan
Psikoanalisa non freud psikoterapi yang berorientasi kepada psikoanalisa dengan
cara : asosiasi bebas, analisis mimpi, hipoanalisa/sintesa, narkoterapi, terapi
main, terapi kelompok analitik. 1. Beberapa jenis psikoterapi suportif semua
dokter kiranya harus dapat melakukan psikoterapi suportif jenis katarsis,
persuasi, sugesti, penjaminan kembali, bimbingan dan penyuluhan (konseling)
kembali memodifikasi tujuan dan membangktikan serta memprgunakan potensi
kreatif yang ada. Cara-cara psikoterapi reduktif antara lain :
Sumber :
http://www.scribd.com/doc/27950595/psikoterapi-suportif
PENGERTIAN
Konseling adalah proses wawancara tatap muka
antara dua orang (konselor dan klien) yang bertujuan untuk memberikan bantuan kepada
klien, sehingga klien dapat menyelesaikan permasalahannya dan lebih berkembang
dalam kehidupan sekarang dan masa depannya.
Psikoterapi ialah pengobatan penyakit dengan
cara kebatinan atau penerapan teknis khusus pada penyembuhan penyakit mental atau
pada kesulitan-kesulitan penyesuaian diri setiap hari, atau penyembuhan lewat keyakinan
agama dan diskusi personal dengan para guru atau teman.
PERSAMAAN
DAN PERBEDAAN KONSELING DAN PSIKOTERAPI
a. Persamaan Psikoterapi dan Konseling
Persamaan antara konseling dan psikoterapi
adalah membantu dan memberikan perubahan,
perbaikan kepada klien (yaitu, eksplorasi-diri,
pemahaman-diri, dan perubahan tindakan/perilaku) agar klien dapat sehat dan
normal dalam menjalani hidup dan kehidupannya.
Keduanya juga merupakan bantuan yang diberikan
dengan mencoba menghilangkan tingkah laku merusak-diri (self-defeating) pada klien.
b. Perbedaan
Perbedaan antara konseling dan psikoterapi
adalah:
- Konseling
1.
Berpusat pandang masa kini dan masa yang
akan datang melihat dunia klien.
2.
klien tidak dianggap sakit mental dan hubungan
antara konselor dan klien itu sebagai teman yaitu mereka bersama-sama melakukan
usaha untuk tujuan-tujuan tertentu, terutama bagi orang yang ditangani tersebut.
3.
konselor mempunyai nilai-nilai dan sebagainya,
tetapi tidak akan memaksakannya kepada individu yang dibantunya konseling berpusat
pada pengubahan tingkah laku, teknik-teknik yag dipakai lebih bersifat manusiawi.
4.
konselor bekerja dengan individu yang
normal yang sedang mengalami masalah.
- Psikoterapi
1.
Berpusat pandang pada masa yang lalu-melihat
masa kini individu,
2.
klien dianggap sakit mental.
3.
klien dianggap sebagai orang sakit dan ahli
psikoterapi (terapis) tidak akan pernah meminta orang yang ditolongnya itu untuk
membantu merumuskan tujuan-tujuan,
4.
Terapis berusaha memaksakan nilai-nilai dan
sebagainya itu kepada orang yang ditolongnya.
5.
Psikoterapis berpusat pada usaha pengobatan
teknik-teknik yang dipakai adalah yang telah diresepkan,
6.
terapi bekerja dengan “dunia dalam” dari
kehidupan individu yang sedang mengalami masalah berat, psikologi dalam memegang
peranan.
| No. | Perbedaan pada | Konseling | Psikoterapi | Ahli |
| 1. | Pendekatan pemberian bantuan |
- Pemberian dorongan (supportive)
- Pemberian pemahaman secara reedukatif (insight-reedukative)
|
- Pemberian pemahaman secara rekonstruksi (insght-recontructive) | Hansen |
2.
|
Intenstas masalah | -Problem ringan: ketidakmatangan, ketidaksatabilan emosioanl dll | -Problem berat: konflik yang serius, gangguan perasaan | Schneiders |
| - Individu normal | -Individu kurang normal | Vance dan Volsky | ||
| -Peran dalam kehidupan | -Konflik interpersonal yang mendalam |
Hansen
|
||
| -Kecemasan normal dan krisis situasional dalam sehari-hari | -Orang mengalami tekanan emosional kronis | Nugent | ||
| 3. | Cara penanganan | -Lebih berorientasi pada klien, mementingkan hubungan dengan pendekatan humanistik | - Berorientasi pada terapi, menggunakan teknik yang spesifik dengan psikoanalisis/ behavioristik dan penanganan medis | Nelson-Jones |
- psikolog
|
- psikiater | Black |
Sumber :
- kumpulan-materi.perbedaan-antara-konseling-dan.html
- http://psikologiinternet-courtesy.perbedaan-konseling-dan-psikoterapi.html
Langganan:
Postingan (Atom)